Sabtu, 06 Agustus 2011

ASAL MULA TEATER

 
Waktu dan tempat poertunjukkan teater pertama kali tidak di ketahui. Adapun yang dapat di ketahui hanyalah teori tentang asal mula teater adalah sebagai berikut :

Berasal dari upacara agama primitif

Berasal dari nyanyian menghormati seorang pahlwan di kuburannya

Berasal dari kegemaran manusia mrndergarkan cerita. Cerita itu kemudian juga di buat dalam bentuk teater
A.Teater zaman yunani

Sejarahnya

Persembahan kepada dewa dionysos dalam upacara penghormatan itu di lagukan nyanyian domba yang di namakan Tragedi. Dalam perkembangannya. Dionysos di gambarkan sebagai manusia dan di puja sebagai dewa anggur dan keseburan. Tragedi mendapat arti yang lain yaitu drama yang melukiskan perjuangan melawan nasib.

Komedi dalam zaman yunani purba besifat lucu dan berupa karikatur terhadap duka cerita dengan maksud berolok-olok terhadap pederitaan, kebodohan tokoh-tokoh terkenal.

Naskah lakon yunani merupakan naskah lakon taeter pertama yang menciptakan dialog diantara para karakternya.

Teater yunani abad ke emasan dan sekaligus merupakan titik balik sejarah teater barat

Ciri-ciri khusus pertunjukan teater pada masa Yunani kuno adalah

v Pertunjukan di lakukan di Amphiteater (gedung teater di bangun tanpa atap dalam bentuk setengah lingkaran dengan tempat duduk melengkung dan berundak-undak).

v Sudah menggunakan naskah lakon skenario

v Seluruh pemainya adalah pria dan memakai topeng karena setiap pemain memerankan lebih dari satu tokoh.

v Cerita yang di mainkan adalah tragedi

v Selain pemeran utama juga ada pemain khusus untuk kelompok koor (penyanyi), penari dan narator (pemain yang menceritakan jalannya pertunjukan.

Tokoh-tokoh

I. Tragedi :

Aeschylus (525-SM) dialah yang pertama kali mengunakan tokoh prontagonis dan antagonis.

Karya –karya :

Trilogi orestesia yang terdiri dari agamennon, The Libatian beavers

Dan The furies

Shopocies (496-406 SM)

Karyanya

Oedipus The king

Oedipus at Colunus

Antigone

Euripides (484-406SM)

Karya-karya antara lain

Mades

Hyppolitus

Ion and eletra

The Troyan women
Cyolops

II. Komedi

Aristophanes (448-380 SM)

Asal mula drama kultus Djonysos, dewa domba atau lembu.

Drama di dahului oleh kurban domba

Karya-karya antara lain

Lytristrata

The wasps

B.Teater zaman Romawi


Setelah tahun 200 SM kegiatan kesenian beralih dari Yunani ke Romawi. Mula-mula bersifat religius, kemudian bersifat show- busisness namum mutu sandiwara romawi tidak lebih baik dari yunani. Sandiwara Romawi menjadi penting karena pengaruhnya kelak pada renaisance.

Pada tahun 2004 SM pertama kali sandiwara di pertunjukkan di kota roma oleh livin Andronicus seniman Yunani, sandiwara ini merupakan hasil adaptasi bentuk sanditwara Yunani. Sandiwara Romawi juga memiliki pembaruan dalam garapan.

Ciri- ciri teater jaman Romawi

1. koor tak lagi berfungsi mengisi adegan

2. musik menjadi tema cerita dan ilustrasi cerita

3 tema seputar masalah kesenjangan hidup golongan menengah

4 karakteritis tokoh bertingkat yaitu orang tua bermasalah dengan anak atau sebaliknya

seluruh adegan terjadi dirumah, dijalan, dihalaman
bentuk- bentuk pertunjukkan di jaman Romawi adalah
1.Tragedi

Lacius Anneus Seneca (4 SM- 65 M)

v plot cerita terdiri dari 5 babak dengan struktur cerita yang rinci dan jelas

v adegan berlangsung dalam ketegangan tinggi

v dialog sdi tulis dalam bentik sajak

v tema cerita seputar alam manusia dan alam gaib

v mengunakan teknik monolog

II. Farce Pendek ( the favula atellana )

Sejak abad 1SM farce menjadi bagian sastra dan menjadi bentuk drama yang terkenal.

Ciri – ciri farce pendek yaitu :

1. penggunaan tokoh yang selalu sama dan sangat tipikal misalnya tokoh Maccus yang tolol, Bucco yang serakah, Pappus yang mudah ditipu.

2. Plot cerita tipu-tipuan, saling hasut antar pemain, musik dan tari jadi unsur penting dalam menjaga lalan cerita.

3. Setting suasana pedesaan.

III. Pertunjukan Mime

Bentuk ini muncul jaman Yunani sekitar abad 5SM dan masuk Romawi sekitar tahun 212 SM, ciri-cirinya yaitu:

1. terdapat banyak adegan lucu singkat dan improvisasi

2. tokoh wanita dimainkan wanita

3. pemain tak lagi menggunakan topeng

4. tema cerita tentang perzinahan, menentang sakramen dan upacara gereja

Pergantian bentuk pemerintahan republik menjadi kekaesaran tahun 27 SM menyebabkan teater Romawi makin surut dan akhirnya lenyap setelah terjadi penyerangan bangsa barbar dan muncul kekuasaan gareja. Pertunjukan teater terakhir di Roma 533M.

Teater Abad Pertengahan

Setelah munculnya kekuasaan gereja di Eropa ,banyak pentas teater di kota-kota untuk merayakan hari besar umat kristen sekitar abat XIII-XIV, yang ceritanya berdasarkan cerita alkitab. Pertunjukan dilakukan diatas kereta kuda yamg disebut pageant. Pertunjukan ini seperti pawai atau karnaval keliling kota-kota Eropa bahkan keliling dunia. Pendukung drama ini menggunakan kolong kereta untuk menyembunyikan instrumen musik ilustrasi pertunjukan dan membuatefek trik tipuan. Pageant juga sering dipanggiml untuk menghibur tamu-tamu penginapan.

Ciri-ciri teater abad pertengahan yaitu:

1. dimainkan para mahasiswa sehigga dikaitkan dengan masalah filsafat

2. bermain dipanggung da atas kerata yang bisa dibawa keliling kota

3. dialog drama menggunakan bahasa dan dialeg lokal

4. cerita disisipi epos kepahlawanan dan bumbu cerita percintaan

5. lakon sandiwara tidak memiliki nama pengarang
Teater jaman Reanissance

Abad 17memberi sumbangan yang sangat berarti bagi kebudayaan barat. Sejarah abad 15 dan 16 ditentukan oleh penemuan-penemua penting yaitu mesin, kompas, dan mesin cetak.semangat baru muncul untuk menyelidiki kebudayaan Yunani gan Romawi klasik. Semangat ini disebut semangat renaissance berasal dari kata renaitre yang artinya kelahiran kembali manusia untuk mendapat semangat hidup baru. Gerakan yang menyelidiki semangat ini disebut humanisme.

Pusat aktivitas teater Italia adalah istana dan akademi, dipentaskan digedung teater milik bangsawan dengan naskah meniru naskah klasik. Aktor kebanyakan pegawai istana biasanya pentas dalam acara pesta istana.

Ada 3 jenis drama yang dikembangkan yaitu : tragedi, komedi, dan pastoral (membawakan kisah-kisah percintaan antara dewa – dewa dengan para gembala didaerah pedesaan. Gerakan dalam adega memiliki arti dan Eropa mulai mengenal drama yang jelas struktur dan bentuknya.

Ciri-ciri teater jaman Renaissance:

1. naskah lakon meniru teater jaman Yunani klasik

2. cerita bertema mitologi atau kehidupan sehari-hari

3. tata busana dan setting yang dipergunakan sangat inofatif

4. pelaksanaan bentuk teater diatur oleh kerajaan maupun universitas sehingga pengetahuan perfektif dan fagade rona

5. menggunakan panggung prosenium yang memisahkan area penonton dengan pemain.

Posting oleh candradimuka di 12/22/2008 Label: Muasal TeaterDi Eropa Kuno

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar